Jumat, 30 Mei 2014

Eksperimen Warna Glasir Dengan Menggunakan, Skip Tanah, Oksida, Dan Glasir



BAB I
PANDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Keramik adalah segala macam bentuk benda yang dibuat dari tanah liat atau lempung dan di bakar, serat mengeras oleh api, sering juga keramik disebut sebagai barang pecah belah. Dalam pembuatan benda keramik, secara umum ada beberapa proses yang harus di lakukan yakni meliputi:
·         Proses pembentukan, dalam proses ini ada beberapa tehnik yang bisa dipakai yakni tehnik sleb, coil, pincing dan tehnik putar denga menggunakan alat yang disebut dengan elektrik will, dimana dalam prose ini lebih mengarah pada pembentukan boddy pada keramik.
·         Proses dekorasi, pada proses ini ada dua tehnik yang dapat di terapkan yakni tehnik temple dan toreh. Dimana dalam proses dekorasi ini bertujuan untuk menghias dan memperindah boddy pada keramik.
·         Proses pembakaran, dimana dalam proses ini ada dua jenis pembekaran yang dilakukan yaitu, pembekaran biscuit dan pembekaran glasir. Pembekaran ini bertujuan memperkuata boddy pada keramik.
·         Proses pengglasiran, proses ini bertujuan untuk melapisi boddy keramik dengan glasir, tidak hanya untuk memberikan warna pada boddy akan tetapi juga membuat boddy keramik kedap akan air. Dalam proses secara umum ada tiga tehnik yang dapat diterapakan yakni, tehnik celub, dikuas dan semprot.
Melihata dari penggambaran secara singkat dalam proses pembuatan keramik ini, timbul keinginan untuk mengembangkan  tehnik-tehnik dekorasi dalam proses pembuatan keramik dengan memanfaatkan glasir sebagai medianya. Pemanfaatan glasir sebagai teknik dekorasi mempunyai beberapa keuntungan, yaitu menghiasi permukaan keramik, menambah nilai estetikanya, untuk menutupi cacat produk, membuat permukaan keramik lebih mudah dibersihkan, membuat badan keramik tidak mudah ditembus, melindungi dekorasi underglaze, mencegah masuknya embun ke badan keramik yang dapat menyebabkan kerusakan, melindungi badan keramik dari kerusakan secara mekanis, misalnya pada dinnerware yaitu penggarukan oleh makanan, asam cuka dari makanan serta dari kondisi lingkungan, meningkatkan kekuatan keramik, memberikan penampilan kilap (gloosy) sehingga memperindah penampilan keramik tersebut.
Sebagitu bermanfaat dan bergunanya glasir sebagai pelapis body keramik, dan dengan melakukan eksperimen ini, diharapkan dapat menambah fungsi glasir untuk keramik, serta bisa mengembangkan dan bahkan bisa menmukan tehnik baru dalam menlakukan proses pengglasiran.
1.2 Tujuan Dan Sasaran Eksperimen
            Ada pun tujuan dan sasaran yang ingin di capai penulis dalam melekukan eksperimen bahan ini adalah:
Tujuan
            Dalam melakukan eksperimen bahan ini bertujuan untuk, mengembengakan tehnik dalam mendokerasi keramik dangan menggunakan glasir. Serta menemukan atau membuata tehnik baru dalam proses pengglasiran.
Sasaran Eksperimen
            Apapun hasil dari eksperimen ini, diharankan dapat menjadi pedoman bahkan bisa diterapkan baik bagi mahasiswa atau pun pengeraijin keramik didalam melakukan produksi keramik, khususnya pada proses pengglasiran.
1.3 Manfaat Hasil Eksperimen
            Adapun manfaat dari hasil eksperimin ini adalah berupa pengetahuan serta pengalaman bagaimana cara untuk memanfaatkan glasir dalam penerapan dekorasi, dan hasil dari ekspermen ini jua nantinya bisa sebagai acuan ataupun refrensi dalam pembuatan karya studio bahkan bisa sebagai pendukung didalam pembuatan TA nantinya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sifat Dan Jenis Bahan Glasir
            Glasir merupakan lapisan gelas tipis yang kontinyu melekat pada permukaan barang keramik, yang umumnya di buat dari campuran bahan silica yang melebur pada pembakaran tertentu. Sifat fisik maupun kimia dari glasir hampir sama dengan gelas yaitu keras, licin, awet, tidak tembus air, tidak larut kecuali dalam asam florida ( basa kuat lainnya) dan impremaeble terhadap gas maupun cairan. Seperti halnya gelas, glasir tidak mempunyai ikatan molekul yang tegas, tetapi terdiri dari ikatan yang kompeks dan sifatnya mirib dengan larutan “lewat dingin”. Glasir mempinyai tekstur permukaan berwarna atau tidak berwarna, bisa juga transparan, translusen, matt atau dof, yang sangat efektif digunakan sebagai unsur dekorasi. Glasir keramik pada hakekatnya sama dengan gelas, yaitu keduanya dibuat dari bahan yang sama dari pasir kwarsa atau silika. Prosesnya sama dengan pembekaran suhu tinggi (A. Mulyadi Utomo, 2010:90). Glasir dalam susunan bahan-bahannya dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:
1.      Golongan oksida basa yaitu dari elemen oksida logam. Golongan ini merupakan bahan pelebur, dalam oksidanya dinyatakan sebagai R2O dan RO.
R2O adalah komponen alkali yang dapat diberikan dari jenis dan jumlah feldspar yang ditambahkan.
RO adalah alkali tanah yang kebanyakan dalam bentuk CaO atau yang disebut “lime glaze”. Disamping itu, MgO, ZnO, ZrO, BaO dan lain-lain juga dapat digunakan untuk RO. Glasir yang menggunakan MgO selain CaO disebut glasir talk dan glasir Kristal, seng atau Bristol menggunakan ZnO.
2.      Golongan oksida amfoter adalah elemen yang dapat bereaksi sebagai logam atau metalloid sebagai oksida yang netral. Golongana ini tergantung pada suasana, dalam bentuk oksidanya dinyatakan sebagai R2O3. Contohnya: Al2O3, Fe2O3, Sb2O3 dan Cr2O3 serta B2O3 yang terkadang dianggap oksida asam.
3.      Golongan asam adalah elemen oksida yang bukan logam bentuk oksida golongan asam dinyatakan sebagai RO2 (A.Mulyadu Utomo, 2010:126).


Glasir, jika melihat dari jenis-jenisnya dapat kembali dikelompokan menjadi lima, yaitu,:
1.      Menurut cara pembuatannya
·         Glasir Frit, adalah glasir yang sebelum digunakan, dilakukan proses peleburan pada bahan dasarnya menjadi suatu massa gelas yang tidak larut dalam air. Ini dilakukan pada bahan-bahan glasir yang mudah larut seperti: sodium, potassium dan borax.
·          Glasir Non Frit/mentah glasir yang dibuat dari material keramik terolah atau tanah tanpa melalui proses peleburan. Bahan-bahan untuk glasir jenis ini tidak larut dalam air. Bahan-bahan glasir cukup digiling dan dicampur air lalu diaplikasikan pada benda keramik.
·         Glasir Campuran adalah jenis glasir yang dibuat dari bahan mentah dan bahan glasir yang sudah difrit.
2.      Menurut temperatur pembakaran
·         Glasir Bakaran Rendah jenis glasir bakaran rendah pada umumnya dibakar diantara cone 016 - cone 02 (7920 C - 11200 C), jenis glasir ini akan menghasilkan glasir yang halus dan mengkilkap dengan ciri khas selalu berwarna terang dan mengkilap.
Glasir bakaran rendah dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan bahan flux yang dipergunakan , yaitu :
Flux glasir alkalin : Borax, Colemanite, dan Soda ash
Flux glasir timbal : Lead Carbonate/White lead dan Red lead
·         Glasir Bakaran Menengah glasir yang matang antara cone 02-6. Glasir jenis ini mengandung fluks untuk bakaran rendah dan juga fluks untuk bakaran tinggi. Secara umum glasir jenis ini memadukan sifat-sifat glasir bakaran rendah (halus, glossy, cerah) dengan sifat-sifat glasir bakaran tinggi yang tahan panas.
·         Glasir Bakaran Tinggi glasir yang matang pada suhu 1230-13700C (cone 6-14). Fluks yang digunakan antara lain kalsium karbonat yang mempunyai titik lebur 8160C. Karena feldspar adalah bahan utama pada glasir bakaran tinggi ini maka maka glasirnya disebut feldspathic glaze (glasir feldspatik). Glasir jenis ini bersifat matt, halus (tetapi tidak menampakkan sifat kilap seperti pada glasir bakaran rendah) ,sangat keras (tidak bisa digores dengan logam), tahan terhadap asam.

3.      Menurut bahan yang digunakan
·         Glasir Timbal (lead-glaze) adalah glasir yang didalam komposisi bahannya masih menggunakan timbal. Glasir jenis ini tidak boleh digunakan untuk benda-benda fungsi karena beracun.
·         Glasir Non Timbal (leadless-glaze) adalah glasir yang didalam komposisi bahannya tidak menggunakan timbal. Jika fluxing agent-nya (bahan pelebur) berupa senyawa-senyawa alkali seperti Na dan K maka glasirnya disebut glasir alkali. Pada suhu tinggi fluxing agent-nya berupa material feldspar maka dinamakan glasir felspatik.
4.      Menurut kondisi pembakaran
·         Oksidasi adalah glasir dibakar pada kondisi pembakaran dimana oksigen (udara) yang dibutuhkan cukup terpenuhi.
·         Reduksi adalah glasir dibakar pada kondisi pembakaran dengan oksigen (udara) terbatas.
5.      Menurut sifat setelah pembakaran
·         Transparan adalah glasir yang dihasilkan bening tembus cahaya sehingga warna badannya dapat terlihat.
·         Opaque/menutup adalah untuk menutup warna badan benda setelah baker biskuit dipakai glasir penutup/tidak transparan. Bahan yang sering dipakai untuk membuat glasir opaq yaitu SnO2, TiO2, ZrO2 dan CdO2 (http://www.studiokeramik.org/2011/04/jenis-jenis-glasir.html).
2.2 Bahan Mentah Glasir
            Saat ini sudah banyak bahan mentah siap pakai yang digunakana untuk membuat glasir yakni dalam keadaan kering bentuk tepung/powder kering agar lebih mudah pengolahannya.Macam-macam bahan yang dapat digunakan untuk membuat glasir, ialah:
Bahan Glasir Mentah Beberapa bahan yang sering digunakan untuk membuat glasir, diantaranya adalah:
  • Silika (SiO2)
  • Feldspar
  • Whiting/Kapur/Calcium Carbonate (CaCO3)
  • Kaolin/ChinaClay (Al2O3 .2SiO2 .2H2O)
  • Zinc Oxide (ZnO)
  • Rutile/Titanium oxide (TiO2)
 Ada pula bahan glasir siap pakai,  bahan glasir siap pakai merupakan bahan glasir yang langsung dapat digunakan tanpa mencampur dengan bahan glasir lainnya. Pada umumnya glasir tersebut berupa glasir transparan dan penutup (opaq) dengan berbagai suhu bakar yang berbeda. Bahan glasir siap pakai berbentuk bubuk (powder) dan cara mengolahnya dengan menambahkan air 40% - 60% dari berat kering. Jenis bahan glasir siap pakai yang dipasarkan, antara lain: Glasir TSG
  • Glasir 107
  • Glasir Stoneware
  • Glasir opaq
  • Glasir frit
Bahan oksida pewarna.Oksida pewarna merupakan kombinasi (persenyawaan) suatu senyawa oksigen dengan unsur lain. Di dalam keramik senyawa oksida logam digunakan sebagai sumber pewarna, penggunaan oksida pewarna dalam glasir dapat berdiri sendiri atau campuran dari beberapa oksida pewarna. Yang perlu diperhatikan adalah persentase yang digunakan dalam suatu formula glasir. Beberapa oksida pewarna glasir yang umum digunakan adalah:
  • Cobalt Oxide Cobalt Carbonate untuk menghasikan warna biru
  • Copper Oxide/Copper Carbonate untuk menghasikan warna hijau
  • Chrom oxide untuk menghasikan warna hijau
  • Iron Oxide untuk menghasikan warna coklat
  • Manganes oksida, warna ungu.
  • Manganese Carbonate untuk menghasikan warna ungu
Bahan pewarna/stain.
Pewarna Stain/Pigmen merupakan bahan pewarna glasir atau tanah liat yang terbuat dari bahan-bahan oksida logam melalui proses pembakaran sehingga dihasilkan warna yang lebih stabil. Untuk menghasilkan glasir warna, bahan pewarna stain dicampurkan ke dalam campuran glasir.
2.3 Pembagian Dari Jenis-Jenis Bahan
Dalam melakukan eksperimen pengembangan tehnik  dekorasi dengan memanfaatka glasir sebagai media dekorasi ini, adapun bahan-bahan yang digunakan untuk melasanakan eksperimen meliputi :
a)      Copper oxide (oksida tembaga),CuO adalah oksida pemberi warna hijau.
b)      Skip tanah merupakan lumpur dari tanah lempung yang biasa digunakan sebagai lem dalam proses pendekorasian.
c)      Glasir, glasir yang digunakan berupa glasir yang sudah jadi dan siap pakai.
d)     Body keramik yang masih mentah dalam kaadaan setengah kering, dan body keramik yang sudah kering.
e)      Body keramik dengan bakaran biskuit.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar